Oleh : | 19 Desember 2023 | Dibaca : 1092 Pengunjung


Hasil Riset Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) menunjukkan terdapat 6,3 juta dari populasi 23 juta balita di Indonesia yang stunting, fakta ini menempatkan pada urutan keempat di dunia dalam hal tingginya angka stunting. Kondisi ini mengharuskan pemerintah Indonesia mampu menurunkan angka stunting hingga di bawah 20 persen pada 2024 mendatang. Berdasarkan fakta, persoalan stunting bukan hanya soal peningkatan dalam pemenuhan kesehatan, namun lebih kepada faktor non kesehatan seperti mengubah perilaku masyarakat. Permasalahan stunting tidak hanya permasalahan sektor kesehatan, tapi juga menyangkut masalah sosial ekonomi dan juga budaya, sehingga intervensi yang dilakukan harus komprehensif lintas sektoral dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat di tingkat komunitas.
Beberapa perilaku masyarakat, khususnya ibu hamil maupun menyusui maupun orangtua yang kadang keliru
Menyadur dari antaranews, Pakar nutrisi Dr Rita Ramayulis, DCN, M.Kes mengatakan bahwa stunting merupakan kondisi akibat kekurangan gizi kronis secara akumulatif. Bukanlah kasus akut, melainkan keadaan yang terjadi sedikit demi sedikit secara "akumulatif. Stunting adalah gagal tumbuh dan gagal kembang. Stunting bukan melulu soal tinggi badan yang tidak tercapai. Lebih jauh lagi, kondisi ini akan menentukan kualitas anak di kemudian hari.
Sumber: https://indonesiabaik.id/infografis/catat-perilaku-ibu-atau-orangtua-yang-keliru-dapat-tingkatkan-angka-stunting
Dresti Yasa dari Hobi Menjadi Pemandu Mendaki Gunung
479PWRI Karangasem Gelar Seminar Gaya Hidup Sehat di Hari Tua
470Penggunaan Tumbler Bambu SDN 2 Jungutan di Apresiasi Turis Asing
924Desa Adat Karangasem Gelar Lomba Ogoh Ogoh Rangkaian Upacara Tawur Kesanga
1351Kilas Balik A.A. Gde Oka Djelantik Putra Raja Karangasem sebagai Diplomat dan Dubes di 4 Negara
2021-01-27 11:13:04
Area Blankspot
Selengkapnya...2018-04-05 10:40:30
Jalan Amblas
Selengkapnya...2018-03-08 11:09:08
Beasiswa
Selengkapnya...