Oleh : | 01 September 2026 | Dibaca : 349 Pengunjung
Harapan para petani Subak Abian Samuh, Banjar Dinas Paleg, Desa Adat Paleg Kaje, Kecamatan Kubu untuk tetap bercocok tanam di musim kemarau mulai terwujud. Untuk pertama kalinya, lahan pertanian seluas sekitar 20 hektare yang digarap 45 kepala keluarga (KK) dapat ditanami hingga panen bawang di tengah musim kemarau.
Panen bawang dihadiri langsung Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Senin (31/8/2026). Kehadiran Bupati sekaligus menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi pertanian dan manfaat aliran air yang kini telah mengaliri kawasan subak tersebut.
Sebelumnya, saat menghadiri panen bawang pada musim penghujan sekitar April lalu, Bupati Parwata sempat menyampaikan komitmennya untuk membantu menghadirkan aliran air ke kawasan persawahan Subak Abian Samuh. Komitmen tersebut mulai terealisasi pada Juni 2026, aliran air mulai mengalir dan dapat dimanfaatkan oleh para petani.
“Waktu bulan April 2026 saya datang, petani menyampaikan bahwa kendala utamanya adalah air. Saya sampaikan, bagaimana caranya supaya musim kemarau tetap bisa menanam. Puji syukur, mulai Juni air sudah bisa mengalir dan hari ini kita melihat sendiri hasilnya,” ujar Bupati Parwata saat menghadiri panen.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan pertanian. Dengan adanya aliran air, petani tidak lagi hanya bergantung pada musim penghujan dan memiliki kesempatan untuk memperpanjang masa tanam.
“Kalau biasanya dalam setahun bisa dua sampai maksimal tiga kali tanam, dengan adanya air ini kita berharap bisa meningkat menjadi empat bahkan lima kali. Artinya, lahan tetap produktif dan pendapatan petani juga bisa ikut meningkat,” jelasnya.
Musim kemarau tahun ini menjadi kali pertama bagi para petani Subak Abian Samuh dapat menanam dengan dukungan aliran air. Selain bawang yang kini memasuki masa panen, petani juga mulai mencoba tanaman lain seperti timun dan kacang panjang.
Bupati menegaskan, pemerintah akan terus mendorong penguatan sektor pertanian, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar petani seperti ketersediaan air.
“Kita tidak ingin lahan pertanian hanya produktif saat musim hujan. Kalau airnya tersedia, mari kita manfaatkan lahan ini sebaik-baiknya. Pemerintah akan terus berupaya agar kebutuhan air untuk pertanian bisa semakin baik,” tegasnya.
Subak Abian Samuh sendiri memiliki luas lahan sekitar 20 hektare digarap oleh 45 KK. Dengan mulai tersedianya aliran air sejak Juni, para petani kini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan frekuensi tanam sekaligus mengembangkan komoditas pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan.
Panen bawang di musim kemarau ini menjadi momentum penting bagi petani setempat. Bukan hanya tentang hasil panen, tetapi juga tentang bagaimana hadirnya air membuka kembali peluang bagi lahan pertanian untuk terus berproduksi sepanjang tahun. (Diskominfo)
Oleh : | 01 September 2026 | Dibaca : 349 Pengunjung
Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” Hadir di Karangasem, Transaksi Tembus Rp537 Juta
878Pemkab Karangasem Koordinasikan Dukungan Penanggulangan Bencana ke BNPB
867Pemkab Karangasem Perjuangkan Peningkatan Fasilitas Pendidikan Ke Pemerintah Pusat
1099Pemkab Karangasem Gelar Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81
955Bupati Parwata Serahkan Remisi Rangkaian HUT Kemerdekaan RI Ke-81
2021-01-27 11:13:04
Area Blankspot
Selengkapnya...2018-04-05 10:40:30
Jalan Amblas
Selengkapnya...2018-03-08 11:09:08
Beasiswa
Selengkapnya...
Total Pengunjung Hari Ini : 259
Total Pengunjung : 2720346
Pengunjung Online: 3
Pengunjung Tahun 2021: 49209
Pengunjung Tahun 2022: 59401
Pengunjung Tahun 2023: 87059
Pengunjung Tahun 2024: 99503