Oleh : | 09 Juni 2026 | Dibaca : 689 Pengunjung
Tenganan Pegringsingan Culture Festival (TPCF) Ke-5 Tahun 2026 resmi digelar di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Selasa (9/6/2026). Festival yang berlangsung hingga 11 Juni 2026 ini menjadi ruang pelestarian warisan budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat melalui promosi pariwisata berbasis kearifan lokal dan pemberdayaan UMKM desa.
Mengusung tema "Merajut Warisan, Memaknai Tradisi", festival menghadirkan berbagai atraksi budaya, edukasi, dan pameran yang membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk, tradisi, serta potensi wisata Desa Tenganan Pegringsingan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa secara resmi membuka festival yang turut dihadiri Forkopimda Karangasem, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, anggota DPRD Karangasem Dapil Manggis, jajaran perangkat daerah terkait, tokoh masyarakat, pelaku pariwisata, akademisi, pelaku UMKM, serta masyarakat Desa Tenganan Pegringsingan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Guru Pandu membacakan sambutan Bupati Karangasem yang menegaskan bahwa Tenganan Pegringsingan bukan hanya kebanggaan masyarakat Karangasem, tetapi juga merupakan warisan budaya Bali yang memiliki nilai sejarah, spiritualitas, dan kearifan lokal yang tinggi.
"Tema festival tahun ini, 'Merajut Warisan, Memaknai Tradisi', sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini. Pelestarian budaya tidak cukup hanya dijaga secara simbolis, tetapi harus diwariskan kepada generasi muda agar tetap hidup, dipahami, dan menjadi kebanggaan bersama," ujar Wabup Guru Pandu saat membacakan sambutan Bupati Karangasem.
Lebihlanjut ditegaskan bahwa festival budaya tidak hanya berfungsi menjaga tradisi leluhur, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem sekaligus penanggung jawab kegiatan, Putu Eddy Surya Artha, S.STP., MAP, menjelaskan bahwa Tenganan Pegringsingan Culture Festival merupakan agenda pelestarian budaya dan promosi pariwisata unggulan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem bersama Desa Adat Tenganan Pegringsingan.
Menurutnya, festival ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat berbasis budaya lokal.
Berbagai agenda budaya dan edukatif ditampilkan dalam festival ini, di antaranya tradisi sakral Geret Pandan (Mekare-kare), Daha Mayunan, workshop mengenal motif dan makna kain Geringsing, pameran arsitektur Tenganan Pegringsingan, pameran produk desa wisata dan UMKM, serta berbagai pertunjukan seni budaya.
Melalui penyelenggaraan Tenganan Pegringsingan Culture Festival, Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap warisan budaya leluhur tetap lestari, semakin dikenal luas, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penguatan ekonomi kreatif, dan terbukanya peluang usaha bagi warga setempat.(Diskominfo)
Oleh : | 09 Juni 2026 | Dibaca : 689 Pengunjung
Pemkab Karangasem Perkuat Edukasi Perlindungan PMI dan Pencegahan TPPO melalui Podcast
306Bupati Parwata Hadiri Rakor Percepatan Program Strategis Nasional di Bali
317Wabup Pandu Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karangasem
483Pemkab Karangasem Gelar Upacara Peringatan Perang Besar Tanah Aron ke-80 Tahun 2026
416Semarak Peringatan Harkopnas ke-79 di Kabupaten Karangasem
2021-01-27 11:13:04
Area Blankspot
Selengkapnya...2018-04-05 10:40:30
Jalan Amblas
Selengkapnya...2018-03-08 11:09:08
Beasiswa
Selengkapnya...
Total Pengunjung Hari Ini : 556
Total Pengunjung : 2681275
Pengunjung Online: 11
Pengunjung Tahun 2021: 49209
Pengunjung Tahun 2022: 59401
Pengunjung Tahun 2023: 87059
Pengunjung Tahun 2024: 99503