Oleh : | 13 Juni 2025 | Dibaca : 902 Pengunjung
Pemerintah Kabupaten Karangasem terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD). Dalam rangka peringatan ASEAN Dengue Day (ADD) 2025, Pemkab Karangasem melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serentak di 78 desa dan kelurahan, yang dipusatkan di Banjar Genteng Subagan, sebuah kawasan yang tercatat sebagai salah satu titik rawan DBD di Karangasem, dihadiri Sekretaris Daerah I Ketut Sedana Merta, Jumat (13/6/2025).
Dalam sambutannya, Sekda Sedana Merta menekankan bahwa ADD bukan hanya sebuah seremoni tahunan, tapi momentum penting untuk menggerakkan kesadaran dan kerja kolektif masyarakat.
“Ini bukan hanya kegiatan bersih-bersih biasa, tapi langkah penting dan strategis untuk memutus rantai penularan DBD. Pencegahan harus dimulai dari rumah masing-masing dan dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri,” katanya.
Selain kegiatan PSN, Pemkab Karangasem juga tengah melaksanakan langkah pencegahan jangka panjang, seperti menyediakan peralatan PSN di setiap kecamatan, mengoptimalkan edukasi dan sosialisasi, hingga mengalokasikan anggaran untuk mendukung program kesehatan.
“Kami ingin Karangasem menjadi contoh bahwa gerakan dari desa dapat mendorong Indonesia bebas dari kematian akibat DBD. Hal ini sesuai visi Bupati Karangasem demi masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” ujar Sedana Merta.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama, melaporkan bahwa hingga Juni 2025 tercatat 1.151 kasus DBD di Karangasem, melebihi total kasus tahun 2024 yang mencapai 1.078.
“Ini terjadi peningkatan lebih dari dua kali lipat. Karena itu, kami menggerakkan seluruh lini, mulai dari puskesmas, perangkat desa, hingga kader kesehatan, demi menekan laju kasus DBD secara luas dan menyeluruh,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, hingga minggu ke-13 tahun 2025 tercatat 38.740 kasus DBD secara nasional, dengan 182 kematian. Kelompok usia produktif 15–44 tahun menjadi kelompok paling terdampak, sedangkan tingkat kematian tertinggi terjadi pada anak-anak 5–14 tahun.
Dari 78 desa dan kelurahan di Karangasem, sepuluh di antaranya tercatat sebagai daerah dengan kasus DBD tertinggi, yaitu Subagan (124), Karangasem (82), Bunutan (78), Padangkerta (43), Seraya (42), Tianyar (37), Bebandem (34), Bugbug (32), Muncan (28), dan Pertima (28).
Selain PSN, kegiatan juga didukung pembagian bubuk larvasida (Abate), edukasi 3M Plus, dan kampanye Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (G1R1J). Langkah ini merupakan hasil kolaborasi Puskesmas, perangkat desa, dan kader kesehatan demi mewujudkan Karangasem bebas kematian akibat DBD. (Diskominfo)
Oleh : | 13 Juni 2025 | Dibaca : 902 Pengunjung
Jelang Hakordia 2025 Pemkab Karangasem Gelar Senam Anti Korupsi
196Karangasem Raih Dua Penghargaan Nasional pada Wonderful Indonesia Awards 2025
416Upacara Peringatan HUT KORPRI Ke 54 di Kabupaten Karangasem
740APBD Karangasem 2026 Resmi Ditetapkan dengan Kesepakatan Bersama
1331Jalan Santai Rangkaian HUT KORPRI dan PGRI di Kabupaten Karangasem
2021-01-27 11:13:04
Area Blankspot
Selengkapnya...2018-04-05 10:40:30
Jalan Amblas
Selengkapnya...2018-03-08 11:09:08
Beasiswa
Selengkapnya...
Total Pengunjung Hari Ini : 228
Total Pengunjung : 2469592
Pengunjung Online: 6
Pengunjung Tahun 2021: 49209
Pengunjung Tahun 2022: 59401
Pengunjung Tahun 2023: 87059
Pengunjung Tahun 2024: 99503