Baca Berita

Pemkab Karangasem Ngaturang Bakti Penganyar

Oleh : | 10 Februari 2019 | Dibaca : 32 Pengunjung

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa, Sekda Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Mulyadi beserta kepala OPD melaksanakan Bakti Penganyar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, Minggu (10/2).

Bakti penganyar dalam rangkaian Panca Bali Krama ini dipuput oleh Ida Pedande Gede Pidada Punia saking Griye Pidada Punia Tirta. Usai ngaturang bakti, Bupati Mas Sumatri didampingi Wabup Artha Dipa yang sekaligus Ketua Panitia Karya memberikan punia yang diterima Bendesa Desa adat Purayu I Nyoman Jati.

 

 

Upacara Karya Panca Bali Krama di Pura Lempuyang Luhur digelar sesuai dengan purana Pura Lempuyang Luhur yakni pada hari Redite Kliwon nuju Byantara sasih Kawulu. Upacara besar ini tidak dapat ditentukan kapan diselenggarakan bila tidak benepatan dengan uger ( Redite Kliwon Byantara sasih Kawulu ). Berbeda dengan Tawur Panca Bali Kramn yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, yaitu pada Tilem Caitra/Kasanga ketika tahun Saka berakhir dengan 0 atau rah Windhu. Dalam Lontar Raja Parana, tawur agung yang diselenggarakan setiap 10 tahun itu disebut Panca Bali Krama, sedangkan dalam lontar yang lain disebut Panca Wali Krama. Inti dari tawur tersebut adalah cam. Caru dalam kitab Samhita Swara berarti ‘cantik’ yakni mengharmoniskan kembali. Dalam konteks ini, alam mesti diharmoniskan (butha hita), termasuk sesama individu umat (iana him) menuju keharmonisan bersama (jagat hita). ‘Tawur agung Panca Bali Krama ini pada esensinya adalah upaya menuju halhal yang harmonis. Misalnya alam yang rusak mesti diperbaiki atau dilestarikan, hubungan sesama lebih dihannoniskan dan sebagainya. Jadi, tawur agung ini merupakan momen untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai sistem kehidupan menuju yang harmonis.

Upacara Panca Bali Krama merupakan upacara Bhuta Yadnya, salah satu dari Panca Mahayadnya Dewa Yadnya. Bhuta Yadnya, Resi Yadnya, Pitra Yadnya danManusa Yadnya. Tujuannya adalah untuk mencapai bhuta hita atau jagat hita keharmonisan kehidupan makhluk dan jagat raya ini (sarwa prani hita). Sepatutnyalah yasa-kerti yang dilakoni umat benar-benar nekeng-tuwas, menyatukan idep, sabda dan bayu, dalam menyukseskan karya tersebut. (Humas Karangasem)


Oleh : | 10 Februari 2019 | Dibaca : 32 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



140x140

Bupati
Karangasem
I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos, MAP

140x140

Wakil Bupati Karangasem
I Wayan Artha Dipa, SH, MH

Galeri
Banner
Kritik Saran

Rizki Aryawan

2018-04-05 10:40:30

Jalan Amblas

Selengkapnya...

Yoga Aryawan

2018-03-08 11:09:08

Beasiswa

Selengkapnya...

ibu dani

2017-09-05 08:49:27

Pemeriksaan oleh SatpolPP

Selengkapnya...
Polling
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pemkab Karangasem?
Statistik

Total Hits : 2861721

Pengunjung Online: 7