Baca Berita

KARANGASEM TABUH GONG KAMPANYE IMUNISASI JE • Sukses Lampaui Target Nasional

Oleh : | 21 November 2018 | Dibaca : 71 Pengunjung

Merebaknya virusJapanese Encephalitis (JE) yang membuat Bali termasuk Karangasem menjadi endemis, jajaran tehnis Kesehatan Pemkab Karangasem tak mau tertinggal dalam menangkal virus dasyat yang mematikan karena menyerang organ otak manusia, segera menabuh Gong Kampanye diseluruh wilayah ujung timur Bali.  

          Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri yang telah mencanangkan kampanye besar-besaran ini, juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 443.32/Diskes tertanggal 2 Februari 2018 tentang pelaksanaan Kampanye dan Introduksi Imunisasi Japanese Encephalitis. Mengingat penyakit yang ditimbulkan menyerang anak usia 9

adalah suatu peny bulan sampai 15 tahun maka sasaran kampanye diarahkan pada kelompok umur tersebut yang di Indonesia jumlahnya mencapai  89 % sementara di  Kabupaten Karangasem jumlahnya mencapai 100.308 orang.

          Kadis Kesehatan Kabupaten Karangasem dr. I Gusti Lanang Putra Pertama mengatakan,    Virus JE dapat menyebabkan  peradangan otak pada hewan dan manusia. Japanese Encephalitis (JE) merupakan penyebab utama infeksi virus neurologis dan cacat pada anak-anak. Pada hewan virus ini biasanya menyerang babi dan burung liar. Penyakit ini disebut arbovirus karena penularannya dari hewan ke manusia melalui gigitan nyamuk, yaitu nyamuk culex.  

Dikatakan, Gejala yang ditunjukkan dari orang yang terjangkit penyakit ini biasanya berupa gejala yang non-spesifik yaitu sakit kepala, mual, muntah, demam. Dan karena penyakit ini menginfeksi jaringan yang menutup otak dan sumsum tulang belakang biasanya penderita juga mengalami kesulitan untuk menggerakkan lehernya. Kemudian dalam dua atau tiga hari, penderita mulai mengalami efek pembengkakan pada otak. Efek ini dapat berupa gangguan dengan keseimbangan dan koordinasi, kelumpuhan pada beberapa kelompok otot, tremor, kejang, dan gangguan dalam kesadaran.

Setelah melakukan Kampanye Kabupaten Karangasem mencapai cakupan sebesar 105,28% diatas target minimal nasional yang ditetapkan Kemenkes RI sebesar 95%. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kekebalan kepada masyarakat kelompok umum sasaran dimaksud. Secara rinci pencapaian di masing Puskesmas adalah : Abang I  sejumlah  8.702 dari sasaran 8.127 (107,08%), Abang II sejumlah 8.680 dari sasaran 8.289 (104,72), Puskesmas Bebandem tercapai sejumlah 10.745 dari sasaran sebanyak 9.579 (112,17), Karangasem I sejumlah 15.181 dari sasaran 14.792 (102,63), Puskesmas Karangasm II sejumlah 8.447 dari sasaran 8.139 (103,78), Manggis I sejumlah 8.253 dari sasaran 7.933 (104,03), Manggis II sejumlah 3.237 dari sasaran 3.039 (106.52), Kubu I sejumlah 6.509 dari sasaran 6.566 (99.13), Kubu II sejumlah 8.926 dari sasaran 8.204 (108,80), Puskesmas Rendang sejumlah 9.296 dari sasaran 8.678 (107,12), Selat sejumlah 9.725 dari sasaran 9.485 (102,53), Sidemen sejumlah 7.902 dari sasaran 7.677 (105,68).

Kegiatan yang dilakukan selama masa kampanye antara ;ain mengikuti pertemuan tingkat Propinsi, Melakukan sosialisasi ke Puskesmas, Melaksanakan Sosialisasi tingkat Kabupaten, Menyiapkan media KIE (Spanduk, Spot Radio, Poster, Leflet), Melaksanakan pelayanan Imunisasi ke sekolah, Posyandu dan fasilitas kesehatan.

Selain kegiatan introduksi imunisasi JE juga dilakukan sweeping yang dilakukan untuk menjangkau sasaran yang belum diberikan imunisasi karena sakit, sedang bepergian, orang tua yang sibuk, atau tidak mengetahui mengenai adanya kampanye imunisasi JE maupun alasan lainnya. Sebagai bagian dari catch up campaign di daerah endemis JE di Indonesia, imunisasi JE diberikan pada seluruh anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun.  Kampanye imunisasi JE dilaksanakan dengan tujuan untuk mengendalikan penyakit JE di daerah berisiko JE. Secara khusus, diharapkan introduksi imunisasi JE mampu menurunkan angka kasus AES dan menurunkan angka kesakitan akibat penyakit JE.

Pelayanan imunisasi dilakukan di pos pelayanan imunisasi yang telah ditentukan, antara lain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat dan SMPLB, Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Virus JE merupakan penyebab utama kejadian penyakit Ensefalitis virus di Asia, termasuk di Indonesia. Manusia dapat terinfeksi virus JE karena ini merupakan penyakit bersumber binatang (zoonosis) yang ditularkan melalui vektor penyebar virus JE yaitu nyamuk Culex yang terinfeksi virus JE. Jenis nyamuk yang banyak ditemukan di sekitar rumah antara lain area persawahan, kolam atau selokan (daerah yang selalu digenangi air). Sedangkan reservoarnya adalah babi, kuda dan beberapa spesies burung. Jadi manusia merupakan inang terakhir (dead-end hosts).

JE dapat menimbulkan kematian, bila bertahan biasanya terdapat gejala sisa yang berat termasuk kelumpuhan  dan keterbelakangan mental. Hasil surveilans sentinel tahun 2016 yang dilakukan di 11 provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa terdapat 326 kasus Acute Encephalitis Syndrome (AES) dengan 43 kasus (13%) diantaranya positif JE. Seperti kita ketahui bahwa tanda klinis dari JE tidak dapat dibedakan dengan penyebab lain dari Acute Encephalitis Sindrom (AES), sehingga konfirmasi laboratorium menjadi sangat penting. Kasus JE adalah kasus AES yang telah dikonfirmasi positif dengan pemeriksaan laboratorium (IgM) positif.

Data tersebut menguatkan langkah pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk melakukan introduksi atau pengenalan vaksin baru untuk mencegah infeksi JE. Introduksi imunisasi JE ini telah direncanakan sejak lama dan matang oleh Pemerintah. (Diskominfo/Manwa)


Oleh : | 21 November 2018 | Dibaca : 71 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



140x140

Bupati
Karangasem
I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos, MAP

140x140

Wakil Bupati Karangasem
I Wayan Artha Dipa, SH, MH

Galeri
Banner
Kritik Saran

Rizki Aryawan

2018-04-05 10:40:30

Jalan Amblas

Selengkapnya...

Yoga Aryawan

2018-03-08 11:09:08

Beasiswa

Selengkapnya...

ibu dani

2017-09-05 08:49:27

Pemeriksaan oleh SatpolPP

Selengkapnya...
Polling
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pemkab Karangasem?
Statistik

Total Hits : 2749276

Pengunjung Online: 2