Baca Berita

Meningkatkan Kualitas Perpustakaan Karangasem, Jalin Kerjasama dengan Museum Pustaka Lontar Bali

Oleh : | 06 Maret 2018 | Dibaca : 216 Pengunjung

Sejak mulai dilounchingnya Museum Pustaka Lontar Bali milik Desa Adat Dukuh Penaban, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem, sudah banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak, diantaranya pengelola Museum lontar dalam dan luar negeri, pemerhati lontar, media massa dan birokrat. Salah satunya dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Kabupaten Karangasem, Senin (5/3) mengunjungi Museum tersebut.

Kedatangan Kepala Dispustaka, I Komang Daging disertai beberapa staf teknisnya Kabid Pengembangan Perpustakaan, I Komang Pasek Antara dan Kabid Pengolahan Perpustakaan, I Made Sujendra, dalam rangka disamping melihat dari dekat koleksi dan pengelolaan Museum, juga ingin menjalin kerjasama dengan Museum. Kerjasama ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah dengan pihak Desa adat

Pihak Museum diterima oleh pengelola Museum Jro Nengah Suarya yang juga pimpinan pengelola Museum didampingi Penyarikan, I Negah Sudana dan pengelingsir desa.

Dikatakan Daging, bentuk kerjasama ini diantarnya melakukan kegiatan penataan naskah kuna Nusantara, pelestarian fisik dan kandungan bahan pustaka akan melibatkan tim dari berbagai pihak terkait termasuk pihak Museum Pustaka lontar Bali. Lanjut dikatakan Daging, kegiatan kerjasama ini baru kali pertama dilakukan oleh pihaknya. Hasil kegiatan ini materinya akan dijadikan koleksi Dispustaka Karangasem. Dengan demikian kualitas dan kuantitas koleksi Perpustakaan meningkat dari sebelumnya, juga pemustaka akan lebih beragam berkunjung ke Perpustakaan. Nantinya kata Daging, bagi pemustaka yang belum bisa membaca aksara Bali di lontar dapat membacanya alih aksaranya dalam bentuk buku di Perpustakaan.

Jro Nengah Suarya menyambut baik kerjasama ini, artinya, Museum yang relatif baru berdiri sudah mendapat perhatian dari berbagai pihak. Dikatakan Jro Suarya pihaknya sebelumnya sudah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak pemilik lontar baik di desanya maupun pemilik Museum laur negeri sepeeti Museum dei Leiden, Belanda dan para Penyuluh Bahasa Bali di Karangasem. Jro Suarya mengklaim Museumnya sampai kini telah mengoleksi lebih dari 400 cakep lontar. Dijelskan Jro Suarya, pengelolaan Museumnya nantinya tidak hanya pelestarian naskah lontar saja, juga sebagai tempat pegelaran/pembelajaran seni budaya Bali dan daya tarik wisata.

Laus Museum 1,5 hektar berada di tengah tegalan subur menghijau, dengan suasana alam pedesaan. Bangunan fisik yang sudah ada di Museum meliputi Bale Sangkul Putih balai tempat pertemuan dan pembelajaran para pinandita,  ruangan pajangan koleksi naskah lontar, perantenan, open stage tempat pagelaran seni dan rencana bangunan lainnya masih dalam tahap pengerjaan. (Pasek Antara)


Oleh : | 06 Maret 2018 | Dibaca : 216 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



140x140

Bupati
Karangasem
I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos, MAP

140x140

Wakil Bupati Karangasem
I Wayan Artha Dipa, SH, MH

Galeri
Banner
Kritik Saran

Rizki Aryawan

2018-04-05 10:40:30

Jalan Amblas

Selengkapnya...

Yoga Aryawan

2018-03-08 11:09:08

Beasiswa

Selengkapnya...

ibu dani

2017-09-05 08:49:27

Pemeriksaan oleh SatpolPP

Selengkapnya...
Polling
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pemkab Karangasem?
Statistik

Total Hits : 2755191

Pengunjung Online: 2