Baca Berita

Level Awas Gunung Agung Turun Jadi Siaga, Bupati Mas Sumatri Rapatkan Stakeholder

Oleh : | 11 Februari 2018 | Dibaca : 109 Pengunjung

Menindaklanjuti hasil rapat di Pos Pantau Rendang yang dipimpin oleh Menteri ESDM dan dihadiri Ka BNPB, Sabtu (10/2/20) lalu, pukul 08.30 wita status Gunung Agung diturunkan statusnya dari Level IV Awas ke Level III Siaga, Bupati Mas Sumatri merapatkan seluruh steakholder, Minggu (11/2/2018) di UKM Centre Amlapura.

Rapat ini diikuti oleh Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, Dandim Letkol Inf. Benny Rahadian, Kapolres AKBP I Wayan Gede Ardana, Kajari I Nyoman Sucitrawan, Sekda I Gede Adnya Mulyadi, Unsur PVMB Agus Solihin, Sekretaris BPBD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Semawa, Ketua Pasebaya dan seluruh Kepala Desa/Lurah se-Kabupaten Karangasem.

Dari hasil rapat tersebut dapat disimpulkan beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat terdampak erupsi saat status Gunung Agung diturunkan. Diantaranya, masalah air ketika pengungsi pulang, logistik, infrastruktur dan permasalahan lainnya yang masih mengancam di wilayah 4 Km terdampak.

Bupati Mas Sumatri mengatakan, bencana Gunung Agung tidak mudah diprediksi. Selama ini Gunung Agung terus mengalami fase naik turun. Semua tentu berharap agar Gunung Agung tak kembali erupsi dan masyarakat bisa kembali dengan perasaan aman. Selama rapat, apapun yang disampaikan baik laporan ataupun usulan oleh kepala desa wilayah terdampak telah dicatat. Selanjutnya akan dijadikan PR bersama dan segera diambil langkah-langkah konkrit. "Saya mengharapkan beberapa masukan dan arahan dari BPBD Provinsi terkait penurunan status Gunung Agung saat ini. Selain itu, penting juga mempertimbangkan masukan dari masing-masing OPD yang menangani masalah yang berkaitan dengan dampak erupsi," terangnya.

Sementara itu, Wabup Artha Dipa menambahkan, bahwa Kepala BNPB menyatakan Kabupaten Karangasem masih dalam keadaan darurat siaga. Artinya, keuangan masih bisa digunakan untuk menangani permasalahan yang muncul selama proses pemulangan pengungsi. Selain itu, terdapat juga masalah ternak pengungsi yang saat ini telah dijual sebelumnya atau pun ikut diungsikan. Untuk itu, Pemkab memerintahkan BPBD Karangasem membantu menangani hal ini. Pemkab Karangasem juga sepakat membuat tim kecil membahas beberpa hal terkait pemulangan pengungsi.

Selanjutnya, BPBD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Semawa menegaskan, lokus permasalahan terkait erupsi Gunung Agung telah diturunkan menjadi siaga. Hal ini artinya, masih ada beberapa permasalahan yang harus segera ditangani. Seperti 177 titik pengungsi yang masih tersebar di seluruh Kabupaten di Bali. BPBD Provinsi menyatakan siap memfasilitasi pemulangan pengungsi. Jika masyarakat berada di luar kawasan 4 Km rawan bencana diharapkan pulang ke rumahnya masing-masing. Bagi yang masih ada di radius berbahaya 4 Km diharapkan berada satu locus pengungsian di Kabupaten. Hal ini untuk memudahkan pencatatan dan penyaluran logistik. Sambil berjalan infrastruktur akan diperbaiki dengan menggunakan dana transisi darurat.

Mengenai anggaran dana, Kajari Nyoman Sucitrawan menjelaskan, bahwa Kabupaten Karangasem merupakan daerah rawan bencana. Maka dianggap perlu menganggarkan belanja tidak terduga. Seperti yang diketahui, anggaran dana sosial berpola hibah. Saat ini Pemkab harus mempersiapkan dampak-dampak yang bisa dialami masyarakat. Pola untuk dana tersebut bisa menyerupai Bom Bali satu, menjadi bentuk dana bergulir. "Yang harus diperhatikan adalah apa yang paling berdampak. Sehingga beralih dari tanggap darurat menjadi pasca bencana atau pemulihan. Jika APBD mampu maka bisa mengusulkan mana prioritas dalam Musrembang. Sebaliknya, jika APBD tidak mampu bisa diusulkan pola hibah asalkan polanya tidak lagi tanggap darurat tapi pasca bencana, " terangnya.

 

Terakhir, Dandim Benny Rahadian juga menyebutkan, Kabupaten Karangasem masih dalam suasana bencana level III (Siaga) erupsi Gunung Agung. Kehadiran peserta rapat masih sangat kurang, terutama dari BPBD Kabupaten/Kota se-Bali. Masih harus dipastikan Kecamatan, desa atau daerah mana saja yang masih termasuk radius berbahaya 4 Km. Pengungsi yang belum siap untuk pulang, dipersilakan untuk tidak pulang. Untuk itu tetap akan dilaksanakan sosialisasi dan pemulangan secara bertahap. Selanjutnya, jajarannya akan turut membantu Pemerintah Daerah dalam perbaikan infrastruktur terdampak erupsi. (Humas Karangasem)


Oleh : | 11 Februari 2018 | Dibaca : 109 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



140x140

Bupati
Karangasem
I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos, MAP

140x140

Wakil Bupati Karangasem
I Wayan Artha Dipa, SH, MH

Galeri
Banner
Kritik Saran

Rizki Aryawan

2018-04-05 10:40:30

Jalan Amblas

Selengkapnya...

Yoga Aryawan

2018-03-08 11:09:08

Beasiswa

Selengkapnya...

ibu dani

2017-09-05 08:49:27

Pemeriksaan oleh SatpolPP

Selengkapnya...
Polling
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pemkab Karangasem?
Statistik

Total Hits : 2491801

Pengunjung Online: 5