Baca Berita

Bupati Mas Sumatri Beri Pembekalan Umum KKN PPM UNUD Periode XVI Tahun 2018

Oleh : | 05 Januari 2018 | Dibaca : 152 Pengunjung

Kampus Udayana dalam waktu dekat akan menggelar KKN PPM Periode XVI Tahun 2018 dengan tema *"KKN PPM UNUD Peduli Bencana"* di 8 Kecamatan di Bali, kecuali Denpasar. Kabupatem Karangasem yang saat ini sedang menghadapi bencana Erupsi Gunung Agung pun menjadi salah satu target wilayah KKN tersebut.
Untuk itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri berkesempatan hadir memberikan materi pembekalan tentang kondisi terkini di Bumi Lahar, Kamis (4/1) di Gedung Widya Sabha Kampus Unud Bukit Jimbaran.
Selain Bupati Karangasem, turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk memberikan materi penanggulangan bencana dan penanganan pengungsi, pemberdayaan masyarakat desa, pemanfaatan dana ADD, mitigasi bencana dan lainnya yaitu, Kadis PMPD Provinsi Bali, Kepala BPBD Bali dan para pakar Kampus Unud.
Ketua LPPM I Gede Rai Maya Temaja melaporkan, peserta KKN PPM total yaitu 746 peserta, dengan rincian mahasiswa reguler 655 orang dan non reguler 91 orang. Lokasi desa KKN PPM adalah di 49 desa yang tersebar di 8 Kabupaten, dimana untuk KKN reguler 44 desa dan untuk non reguler 9 desa. Bila dirinci maka, untuk Kabupaten Badung 9 desa, Jembrana 4 desa, Tabanan 6 desa, Gianyar 6 desa, Klungkung 6 Desa, Bangli 6 desa, Buleleng 6 desa dan Karangasem 6 desa.
Sebelum mengisi materi pembekalan, Mas Sumatri sempat menypaikan bahwa KKN ini sangat dibutuhkan untuk menguji mental anak-anak. Ketika mahasiswa mendapatkan materi di Kampusnya, tidak akan ada artinya jika tidak diimplementasikan di lapangan. Kuliah kerja nyata, sangat penting sekali dilaksanakan, sehingga bisa diuji sejauh mana mereka bisa menyelesaikan sebuah masalah dengan ilmu mereka
Mas Sumatri pun berpesan, para peserta KKN harus menerima dimana tempat mereka ditugaskan, dan fahami tugas apa yang harus mereka kerjakan di lapangan. Belajarlah secara ikhlas untuk membantu lingkungan di sekitar tempat KKN selama masa-masa Kuliah Keja Nyata.
Saat diskusi pemaparan materi berlangsung, seorang mahasiswa bernama Alya Purba menanyakan mengenai pendapat Pemerintah Kabupaten Karangasem saat ada yang nekat mendaki Gunung Agung saat kondisi seperti ini. Bupati Mas Sumatri menanggapi bahwa Pemerintah telah berusaha agar tidak ada korban satu pun akibat bencana. Untuk itu, sejak awal sudah dihimbau kepada masyarakat bahwa di radius sampai 10 Km dari puncak Gunung Agung adalah radius berbahaya. Jangan mengambil resiko yang bisa membahayakan diri sendiri apalagi sampai berdampak membuat masyarakat lainnya ikut-ikutan aksi nekat mendekat kembali ke radius KRB II dan III. Selama masyarakat Karangasem yang terdampak mengungsi, Pemerintah telah memfasilitasi dengan logistik, tunjangan dan juga pembekalan membuat sesuatu yang bisa di manfaatkan selama mengungsi, agar mereka tidak bosan.
Disamping itu, Pemerintah Daerah juga telah melakukan komunikasi terkait dampak-dampak yang diakibatkan oleh bencana Erupsi Gunung Agung. Pemerintah Daerah mengajukan beberapa kendala dan memohon bantuan kepada Pemerintah Pusat, agar beberapa permasalahan terkait bencana seperti kerugian para petani, penguatan dan antisipasi infrastruktur untuk menghindari jatuh korban, penanganan aliran banjir lahar dingin akibat erupsi hingga kebutuhan logistik, pendidikan dan kesehatan bagi warga terdampak bencana dapat diselesaikan bersama. (Humas Karangasem)


Oleh : | 05 Januari 2018 | Dibaca : 152 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



140x140

Bupati
Karangasem
I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos, MAP

140x140

Wakil Bupati Karangasem
I Wayan Artha Dipa, SH, MH

Galeri
Banner
Kritik Saran

Rizki Aryawan

2018-04-05 10:40:30

Jalan Amblas

Selengkapnya...

Yoga Aryawan

2018-03-08 11:09:08

Beasiswa

Selengkapnya...

ibu dani

2017-09-05 08:49:27

Pemeriksaan oleh SatpolPP

Selengkapnya...
Polling
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pemkab Karangasem?
Statistik

Total Hits : 2683865

Pengunjung Online: 2