Baca Berita

Karya Pujawali Pura Jagat Natha Karangasem, Pemkab Karangasem Bersama Masyarakat Ngiring Melasti ke Segara Ujung

Oleh : | 04 September 2017 | Dibaca : 29 Pengunjung

Serangkaian Karya Pujawali di Pura Jagat Natha Karangasem, seluruh Jajaran Pemkab Karangasem bersama masyarakat sekitar melaksanakan ritual Ngiring Melasti ke Segara Ujung, Senin (4/9/2017). Jalannya ritual ini dipuput oleh Ida Pedande Gede Ketut Sidemen Griya Gelumpang Kec. Karangasem. 

Parwartaka Karya yang sekaligus Sekdakab I Gede Adnya Mulyadi menyampaikan, sehari sebelum ngiring Melasti ke Segara Ujung, Minggu (3/9/2017) sore, telah dilakukan upacara nedunang Ida Betara yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bupati Mas Sumatri dan Wakil Bupati turut serta mundut pralingga Ida Betara. Sedangkan untuk Melasti tersebut merupakan rangkaian Pujawali yang bertujuan untuk membersihkan semua pratima yang ada di Pura Jagatnatha sebelum Puncak Karya 5 September 2017 hingga penyineban tanggal 11 September 2017.

Sekdakab I Gede Adnya Mulyadi mengatakan, piodalan ini rutin dilaksanakan tiap Purnamaning Sasih Ketiga, dimana Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Bagian Kesra yang menyelenggarakanya. Ia menambahkan, Pura Jagatnatha yang terletak di pusat Kota Amlapura menstanakan Ida Betara Jagatnatha sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai penguasa Jagatraya, untuk melindungi segenap buana agung, selama ini diempon Pemkab Karangasem dalam melaksanakan petirtaan didukung Banjar Taman Kelurahan Karangasem yang merupakan lokasi Pura Jagatnatha dan Desa Adat / Pakraman Karangasem. Upacara piodalan adalah untuk melakukan pembersihan dan pemasupatian kembali kesucian Pura Jagatnatha sebagai stana Sang Hyang Jagat Karana ( Ciwa – Sadaciwa – Paramaciwa). Konsep ajeg Bali tidak mungkin hanya diwacanakan semata-semata tetapi harus dilaksanakan secara nyata sesuai pedoman dan petunjuk sastra agama maupun dresta adat Bali. Dalam pembangunan Kabupaten Karangasem diharapkan, dapat makin ditingkatkan pelaksanaan dan pemahaman upakara agama.

Sementara Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan upacara piodalan merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan Tri Hita Karana, yaitu hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa. Upacara Yadnya adalah merupakan salah satu wujud persembahan tulus iklas melalui rangkaian candi banten, dalam memuja kebesaran Ida Sang Hyang Widhi Wasa – Tuhan yang Maha Esa. Upacara agama sebagai bentuk pengamalan srada bakti umat, disadari dapat menjadi moment penuh anugrah memohon perlindungan kerahayuan jagat. Dikatakan, berangkat dari makna itulah, Pemerintah Kabupaten Karangasem senantiasa memberikan perhatian besar kepada kehidupan keagamaan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas aspek fisik dan nonfisik dalam mengemban tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Salah satu fokus perhatian Pemkab. Karangasem terhadap hal tersebut adalah melaksanakan upacara agama di Pura Jagatnatha Kabupaten Karangasem. Tujuan Upakara ini tidak lain untuk memohon kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa – Tuhan Yang Maha Esa Penguasa Alam Semesta agar Buana Agung (Jagat Sekala) terhindar dari berbagai macam cobaan malapetaka - bencana.(Humas Protokol Setda Kab.Karangasem).


Oleh : | 04 September 2017 | Dibaca : 29 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



140x140

Bupati
Karangasem
I Gusti Ayu Mas Sumatri, S.Sos, MAP

140x140

Wakil Bupati Karangasem
I Wayan Artha Dipa, SH, MH

Galeri
Banner
Kritik Saran

artha

2017-06-06 09:58:02

Nama pejabat dan alamat kantor OPD

Selengkapnya...

Komang kacik

2017-05-07 19:52:46

PERIZINAN

Selengkapnya...

Edy

2017-04-12 14:08:37

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

Selengkapnya...
Polling
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pemkab Karangasem?
Statistik

Total Hits : 2226743

Pengunjung Online: 2