Baca Artikel

KISAH INSPIRATIF, JUALAN BUBUR KELILING SEMBARI BACA BUKU DI PERPUSTAKAAN

Oleh : | 12 Juni 2021 | Dibaca : 356 Pengunjung

Bapak yang satu ini, sangat menginspirasi bagi kita. Siapa dan bagaimana dia?.

Pak Haji Rachmat Ismail, demikian namanya, namun kerap disapa Pak Rachmat. Kini usianya sudah setengah abad lebih,  tepatnya 51 tahun, asal kelahiran Desa Pelambik, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kini tinggal di rumahnya di Kampung Dangin Seme, Jalan Gajah Mada Amlapura.

Ditemui penulis belum lama ini di Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Karangasem, Pak Rachmat bercerita.

Profesi kesehariannya Pak Rachmat hanya pedagang kecil bubur sumsum bikinan istrinya, Khairul Janah, dan tambahan jajan basah lainnya keliling Kota Amlapura setiap hari. Namun demikian, ia sangat peduli mendukung program pemerintah meningkatkan daya baca masyarakat, yaitu berliterasi. “Tiada hari tanpa membaca”, itu motonya.

Dan dia tak menyerah tetap semangat jualan jajan dengan menggunakan sepeda motor setiap pagi hingga siang meski masih didera pandemi Covid-19.  Akunya, sehari dapat untung jualan antara Rp50.000 sampai Rp100.000.

Pak Rachmat  setiap hari mengunjungi sentra layanan literasi bacaan di Perpustakaan Umum yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Kabupaten Karangasem, kecuali hari libur kantor tutup.

Akunya Pak Rachmat, dia sudah mengunjungi Perpusatakaan Umum Karangasem sejak 11 tahun lalu tepatnya tahun 2010 lalu. Karena itu, dia cukup akrab dengan pegawai Dispustaka.

Ketika ditanya, bila hari libur Perpustakaan tutup? “saya baca koran pinjam sebentar kepada pedagang koran di jalan yang kebetulan temannya sesama pedagang di jalan”.

Kalau buku kesukannya selalu ada di rumahnya dari pinjaman di Perpustakaan. Bahkan Pak Rahmat, sering meminjamkan teman dan keluarganya buku bacaan di Perpustakaan. Salah satunya, teman keluarganya, bule asal Prancis, pernah di pinjamkan buku agama Islam di Perpustakaan Karangasem.

Saat Dispustaka menyediakan layanan Pojok Baca Bung Karno pada gelaran Bulan Bung Karno Juni 2021, Pak Rachmat mengunjunginya dan sangat suntuk menikmati sekali membaca kisah-kisah perjalanan hidup Presiden RI ke-1, Bung Karno.

“Membaca untuk mengetahui pengetahuan dan perkembangan masa kini” katanya Pak Racmat kepada penulis sembari membaca buku kesukaannya.

Di Perpustakaan Umum sekitar pukul 10.00 Wita menjadikan Pak Rahmat labuhan terakhir menjajakan dagangannya kepada pegawai setempat. Hal itu dilakukan Pak Rachmat setelah ia berkeliling dari beberapa kantor di seputar komplek Kantor Pemkab Karangasem Jalan Ngurah Rai Amlapura dan di beberapa tempat keramaian, pasar dan kompleks perumahan seputar Kota Amlapura.

Bacaan kesukaan Pak Rahmat untuk baca buku sastra, motivator, agama, sejarah, beberapa terbitan koran dan majalah. Bahkan majalah nasional yang paling disukainya diantaranya Tempo. Ia kerap menghabiskan waktu sekitar 1-1,5 jam suntuk membaca di Perpustakaan.

Meskipun belum lama ini masih suasana ibadah puasa, Pak Rachmat tetap setia terus membaca kunjungi Perpustakaan dan jualan keliling. Dia juga sempat baca buku saat senggang jualan di suatu tempat sembari menunggu pelanggan belanja.

Merunut kebelakang, Pak Rachmat setamat dari sekolah STM di kotanya dan dia sempat bekerja di proyek bangunan di Karangasem, namun tampaknya dia lebih senang usaha mandiri jualan bubur keliling.

Pak Rachmat  meski tidak dikarunia anak, hanya mengajak seorang cucu dari pihak keluarganya tetap memiliki motivasi tinggi dalam mengarungi kerasnya jalan hidup.

Sepulang dari jualan keliling, katanya dia di rumahnya, membuat kerajinan tangan dari batok kelapa untuk peralatan dapur. Dia jual ke  pasar, dan sempat dibawa untuk dikenalkan kepada penulis ke Perpustakaan Karangasem.

Kisah Pak Rachmat mendapat apresiasi dari Kepala Dispustaka Karangasem, Drs. I Wayan Astika, MSi. “Memang sangat menginspirasi, kita harus menyadari karena dengan membaca otak akan tetap terjaga dan membuatnya tidak mudah kehilangan ingatan. Membaca juga dapat mengurangi stres disamping untuk menambah pengetahuan. Jika kita membaca dengan baik akan berbicara dengan baik pula, serta akan memiliki pengetahuan yang luas tentang berbagai topik”, kata I Wayan Astika.

Lanjut I Wayan Astika berharap, semangat membaca melatih diri untuk memiliki ketrampilan berpikir analistis serta untuk mendapatkan ketenangan batin yang luar biasa. Oleh karenanya, harapan saya bagaimana kita semua selalu berusaha mengadaptasi diri untuk meningkatkan minat dan budaya baca sehingga akan dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita.

Semoga Pak Rachmat  sehat dan selalu dapat  rejeki. (Pasek Antara/Dispustaka)



Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :

 



Galeri
Banner
Kritik Saran

I Komang Karyana

2021-01-27 11:13:04

Area Blankspot

Selengkapnya...

Rizki Aryawan

2018-04-05 10:40:30

Jalan Amblas

Selengkapnya...

Yoga Aryawan

2018-03-08 11:09:08

Beasiswa

Selengkapnya...
Polling
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Kualitas Pelayanan Publik Pemkab Karangasem?
Statistik

Total Pengunjung Hari Ini : 105

Total Pengunjung : 1462325

Pengunjung Online: 6

Pengunjung Tahun 2018: 131224

Pengunjung Tahun 2019: 107326

Pengunjung Tahun 2020: 144390

Pengunjung Tahun 2021: 404435