➡ Skip to Content

Baca Artikel

Lomba Ogoh-Ogoh Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Icaka 1948 di Karangasem

Oleh : | 15 Maret 2026 | Dibaca : 262 Pengunjung

Kemeriahan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 di Kabupaten Karangasem mulai terasa. Parade yang mengusung tema “Windhu Bhuta Boddhi Buddhaya” ini menjadi ajang kreativitas bagi sembilan Sekaa Teruna Teruni (STT) di wilayah Kelurahan Karangasem. Tema tersebut memiliki makna menyelaraskan spirit bhutakala melalui pola pikir yang berbudaya guna menciptakan keseimbangan alam sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.

Seperti predeksi sebelumnya oleh banyak penonton, tampilan Ogoh-ogoh STT Anom Darsana Banjar Adat Kodok Darsana, Desa Adat Karangasem,  Jalan Gajah Mada Amlapura akhirnya oleh dewan juri dinobatkan sebagai juara I Lomba Ogoh-ogoh digelar Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem, bertempat di Taman Budaya Candra Bhuana Amlapura  Jumat (13/3/2026). Proses pembuatan Ogoh-ogoh sangat singkat hanya 1 bulan 7 hari (37 hari), menelan biaya sekitar Rp17 juta, sumber dana dari kas banjar dan sponsor pihak lain.  

Penampilan garapan fragmentari sangat apik perpaduan harmonis gerakan tarian penari pendukung, iringin baleganjur dan arakan Ogoh-ogoh. Penata tari Ngurah Made Arya Asmara Jaya, penata tabuh I Komang Parsana, penata rias melibatkan istri-istri krama banjar dan dalang Ngurah made Arya Asmara Jaya.

      Hasil Penilaian dewan juri, Juara I  Ogoh-ogoh STT Anom Darsana memperoleh nilai 841, dengan hadiah uang sebesar Rp10 juta, piala dan piagam. Sedangkan juara II dan III dimenangkan STT Yowana Dharma Yoga, Banjar Jangga Mekar, Jalan Gatot Subroto Amlapura nilai 830, memperoleh uang Rp7.5 juta, piala dan piagam dan STT Iswara Banjar Kerti Celuk Negara Jalan Gatot Subroto, Amlapura perolehan nilai 815, memperoleh uang Rp5 juta, piala dan piagam,

      Beberapa kali STT Anom Darsana yang pernah ikut lomba yang sama di Karangasem dengan jumlah anggota 80 orang STT, memberikan bekal pengalam ikut lomba dan kemampuan raih sukses.

      Kali ini nama Ogoh-ogoh yang ditampilkan diberinya nama "Pramada". Menurut  penjelasan  sang  arsitek pembuat Ogoh-ogoh yang juga koordinator, I Komang Bayu Berata, dikenal dengan sapaan Dongek. Berakar dari kata “Pada”, mada , memada”, kerap dimaknai sebagai dorongan menuju kesetaraan. Namun dalam tafsir yang lebih dalam kata Dongek, “Pramada” bukan sekedar tentang  setara, melainkan tentang ambisi untuk menyamai, bahkan melampaui batas  yang semestinya tidak di lampaui. Ia adalah kondisi batin ketika ego tumbuh tanpa kendali, ketika hasrat mengaburkan kesadaran, dan manusia terjebak dalam ilusi kuasa. 

      Lanjut Dongek, dengan hadirnya ogoh ogoh "Pramada", kami berharap tumbuh kesadaran kolektif untuk kembali menata batin, bahwa manusia, meski dibekali akal dan kesadaran tertinggi, tetap harus mampu mengendalikan ego, menundukan ambisi, dan menjaga keseimbangan dengan sesama serta alam. Sebab, ketika “Pramada” dibiarkan tumbuh, yang tumbuh bukan hanya nurani, melainkan kemanusiaan itu sendiri.

      Ogoh-ogoh yang digelar dalam rangka menyambut perayaan hari suci Nyepi dan Tilem Tawur Kesanga Isaka 1948 tahun 2026, dikemas dalam  tema Windhu Bhuta Boddhi Buddhaya, maknanya, menyeleraskan spirit bhutakala melalui pola pikir berbudaya.

     Lomba dibuka Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa. Hadir mendampingi Sekda Karangasem I Ketut Sedana Mertha disertai jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Karangasem, Lurah Karangasem  Made Ardiana Putra   selaku penyelenggara lomba,  Manggala Puri  Agung Karangasem, Anak Agung Bagus Partha Wijaya, Kelian Desa Adat Karangasem Anak Agung Made Kosalya, dan undangan lainnya. 

      Ribuan penonton warga Karangasem memadati Taman Budaya Candra Bhuwana menyaksikan tampilan 9 buah ogoh-ogoh persembahaan STT se-Kelurahan Karangasem tampil bergantain display di tengah-tengah taman. Peserta Ogoh-ogoh STT, yakni STT Paramartha Banjar Adat  Swadharma, STT Dharma Darsana Banjar Adat  Dharma Darsana, STT Yowana Manggala Banjar Rata Dauh Kreteg, STT Pare Anom Banjar Adat Pekandelan, STT Yowana  Widya Dharma Desa Adat Susuan,  STT Bhakti Hita Karana Banjar Pebukit.

      Kelian Banjar Kodok Darsana, Jero Mangku I Wayan Sudana mengatakan, keberhasilan STT banjarnya tidak terelepas dari kerjasama dan tekad keras STT sampai begadang semalaman untuk bisa berhasil raih juara. Dan turut serta memeriahkan serta merayakan catur brata penyepian. Tak kalah penting lanjutnya,  para orang tua STT dan krama banjar ikut mendukung dan mensuport anak anaknya untuk lebih baik lagi berkreasi demi nama baik sekeha dan banjar itu sendiri.

     Sementara itu, Ketua STT Anom Darsana, I Komang Bobi Budiarta berharap, semoga tahun depan bisa tampil lebih baik dan mempertahankan juara. (Komang Pasek Antara)



Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :